Sejarah Terbentuknya Pulau Jawa

 Lain - Lain

Sejarah Terbentuknya Pulau Jawa

Beritaku.us.Com – Kisah kebumian yang hebat dan ‘menakjubkan’, sebagian diantaranya bahkan berkelas dunia, tercatat rapi dalam singkapan sejarah geologi Nusantara, salah satunya di Pulau Jawa. Yang istimewa, bukti-bukti warisan kebumian tidak sedikit terkumpul di seputar Daerah Istimewa Yogyakarta. Disini, sejumlah website geologi dan warisan rupa bumi dari beberapa periode waktu yang mencapai puluhan juta tahun lampau, terkumpul dalam bentang area yang tidak terlampau berjauhan. Kelengkapannya bahkan bisa dianggap mewakili sejarah geologi Pulau Jawa dengan cara keseluruhan.

Masa-masa awal terbentuknya Pulau Jawa diperkirakan terjadi lebih dari 60 juta tahun yang lalu (Zaman Pre-Tersier), ketika pulau ini tetap menjadi tahap dari suatu  benua besar yang dikenal sebagai superbenua Pangea.
Susunan batuan dasar yang membentuk Pulau Jawa mempunyai asal-usul dan umur yang tidak sama satu dengan yang lainnya. Jawa tahap barat diperkirakan telah terbentuk pada akhir Zaman Kapur (145 hingga 65 juta tahun lalu) dan menjadi tahap dari Paparan Sunda (Sundaland Core), sementara Jawa tahap timur diyakini berasal pecahan kecil benua Australia (sejumlah peneliti menyebutnya sebagai East Java Microcontinent). Tahap timur ini diperkirakan mulai ‘menabrak’ dan bergabung dengan tahap barat kurang lebih 100-70 juta tahun yang lalu hingga menciptakan bentuk awal Pulau Jawa yang ada saat ini.

Artinya, Pulau Jawa terbentuk dari perpaduan dua lempeng benua dan tahap barat Pulau Jawa diyakini mempunyai umur yang lebih tua dibanding tahap timurnya. Batas di antara kedua tahap ini tertandai dengan adanya sesar purba yang membentang dibawah Sungai Luk Ulo di Kebumen, Jawa Tengah, menyeberangi Laut Jawa dan beres di Pegunungan Meratus yang membelah Kalimantan Selatan.

Saat ini, hanya ada tiga tempat yang mempunyai rekam jejak sejarah kebumian dari masa awal terbentuknya Pulau Jawa, yaitu Teluk Ciletuh (Sukabumi, Jawa Barat), Karangsambung (Kebumen, Jawa Tengah) dan Bayat (Klaten, Jawa Tengah). Rekaman ini tersimpan dalam bentuk singkapan yang menampakkan batuan dasar tertua yang berusia hingga kurang lebih 96 juta tahun. Singkapan ini terjadi sebagai dampak dari proses tumbukan antar lempeng disertai dengan erosi yang berjalan semakin-menerus dalam rentang waktu yang sangat panjang, jutaan tahun lamanya.
Wow! Inilah Sejarah Terbentuknya P.Jawa
Dari masa ke masa, proses geologis berjalan tanpa henti, menyusun beragam wujud muka bumi yang tidak sama-beda. Proses pengendapan pertama diperkirakan terjadi antara 54 hingga 36 juta tahun lalu (Kala Eosen). Beberapa material terendapkan di cekungan-cekungan yang terbentuk dampak peregangan lempeng. Tersingkapnya batuan konglomerat, batugamping, batupasir dan batubara, menunjukkan ciri pengendapan sungai, danau dan laut dangkal yang terjadi saat itu.

Pada masa berikutnya, ketika Pulau Jawa telah mulai terbentuk dengan poros membujur arah barat dan timur, timbul tekanan dahsyat dari arah selatan. Perlahan tetapi pasti, lempeng samudera Indo-Australia yang bergerak ke arah utara ‘menabrak’ lempeng benua Eurasia dari segi selatan pada zona yang berposisi sejajar dengan Pulau Jawa.

Lempeng samudera yang mempunyai densitas alias massa tipe yang lebih tinggi mengalami subduksi alias penunjaman. Momen inilah yang kemudian menjadi penyebab terbentuknya palung laut, pegunungan, dan aktifitas vulkanik yang menimbulkan bentukan gunung berapi. Sebagian material lempeng samudera Indo-Australia mengalami pelelehan, mencair menjadi magma dan menciptakan jalur vulkanik dalam posisi sejajar dengan poros panjang Pulau Jawa.

Inilah kelanjutan momen yang menjadi tahap penting dari rangkaian sejarah terbentuknya Pulau Jawa, ditandai dengan mulai terbentuk gugusan gunung api purba sebagai jalur vulkanik yang berjajar di tahap selatan dan menjadi tulang punggung Pulau Jawa jutaan tahun yang lalu.
Wow! Inilah Sejarah Terbentuknya P.Jawa
Luar biasa untuk dicatat, dalam kurun waktu antara 36 hingga 10,2 juta tahun lalu ini (Kala Oligosen Akhir hingga Kala Miosen Awal), pada gugusan gunung api purba di Pulau Jawa ini, diperkirakan telah terjadi rangkaian momen vulkanisme yang teramat dahsyat. Faktor ini dibuktikan dengan tidak sedikitnya penemuan singkapan lapisan batuan piroklastik dan ditemukannya batupasir vulkanik yang sangat tebal sebagai hasil erupsi gunung berapi purba. Berdasarkan bukti-bukti geologis yang ditemukan di kurang lebihnya, setidaknya telah dikenali dua gunung api purba yang di kalangan pakar geologi dinamai berdasarkan lokasi penemuan bukti-bukti geologisnya, bukan berdasarkan letak titik pusat aktifitas vulkaniknya. Kedua gunung api itu adalah Gunung Api Purba Semilir dan Gunung Api Purba Nglanggeran.

Konon, berdasarkan bukti endapan yang dihasilkannya, ditengarai sempat terjadi erupsi katastropik Gunung Api Purba Semilir yang kekuatannya nyaris setara dengan Supervolcano Toba di Sumatera (74.000 tahun yang lalu) dan Supervolcano Yellowstone di Wyoming, Amerika Serikat (2,1 juta tahun yang lalu). Kekuatan erupsi Gunung Api Purba Semilir saat itu diperkirakan tidak tidak lebih dari 10 kali lebih besar dari erupsi Gunung Tambora (1815), 100 kali lebih besar dari erupsi Gunung Krakatau (1883) dan 1000 kali lebih besar erupsi Gunung St. Helena di Washington, Amerika Serikat (1980).

Inilah masa-masa dimana gunung api purba mengalami kejayaannya di Pulau Jawa. Tetapi pada kisaran 16 hingga 2 juta tahun yang lalu (Kala Miosen Tengah hingga Pliosen Akhir) kegiatan magmatisme di gugusan gunung api purba ini mulai jauh bertidak lebih.

Wow! Inilah Sejarah Terbentuknya P.Jawa

Saat itu, situasi di sebagian besar Pulau Jawa tetap berada dalam genangan laut dengan kenasiban biotanya yang berkembang dengan baik. Daerah pegunungan selatan adalah daerah laut dangkal dengan airnya yang cenderung tenang, jernih, mempunyai sumber makanan yang memadai, dan memperoleh sinar matahari yang cukup. Kondisi ini memungkinkan terbentuknya koloni koral alias rumit terumbu yang sangat luas dan berkembang biaknya biota laut, semacam plankton, moluska, algae dan tetap tidak sedikit lagi. Fakta ini terekam dengan baik dan bisa diamati pada ragam singkapan batugamping yang sangat tebal dan meluas di sepanjang segi selatan dan segi utara Pulau Jawa saat ini.

Pada kisaran 12 juta tahun yang lalu (Kala Miosen Tengah), mulailah terjadi pelandaian kemiringan penunjaman lempeng samudera Indo-Australia, jadi proses pelelehan yang menghasilkan magma ikut bergeser ke arah utara. Proses ini semakin berlanjut hingga kurang lebih 1,8 juta hingga 11.500 tahun yang lalu (Kala Pleistosen) dan tetap tetap berlanjut hingga sekarang (Kala Holosen), meninggalkan gugusan gunung api purba yang telah terbentuk sebelumnya di segi selatan Pulau Jawa.

Pergeseran jalur vulkanik yang mencapai jarak kurang lebih 50 hingga 100 kilometer ke arah utara ini, dengan cara otomatis telah menonaktifkan semua gunung berapi purba, sebab suplai magma hasil pelelehan di bawah permukaan bumi telah bergeser ke utara. Aktifitasnya gunung api purba semacam Nglanggeran, Semilir dan kemungkinan pusat-pusat erupsi lainnya, bertahap mulai turun, bahkan bisa dikatakan nyaris tidak bersisa lagi. Kondisi Pulau Jawa pun menjadi relatif stabil, meskipun kegiatan magmatisme tetap ‘terpelihara’ oleh alam, bergeser ke sebelah utara.

Tidak selamanya gunungapi itu nasib dan aktif, ada masa-masanya suatu  gunung api itu lahir, aktif akhirnya tertidur pulas dan mati. Dengan cara mudah penjelasan diatas bisa difotokan semacam dibawah ini

Matinya Gunung Api sebab Subduksi
Wow! Inilah Sejarah Terbentuknya P.Jawa
Contoh diatas adalah penjelasan matinya gunung-gunung api aktif dampak pergeseran zona subduksi alias zona penunjaman yang melandai. Tetapi bisa juga suatu  penunjaman mencuram jadi seakan bergerak mundur alias kekiri.

Pengendapan delta, sungai dan laut dangkal diatas Pulau Jawa menjadi proses alami yang telah berjalan dalam kurun waktu antara 25,2 hingga 5,2 juta tahun silam. Penurunan muka air laut terjadi dengan cara berangsur-angsur, mengiringi pengendapan-pengendapan material di daratan dan tepi laut. Pada saat yang sama, lempeng samudera Indo-Australia pun semakin bergerak menekan lempeng benua Eurasia.

Sebagai dampaknya, perlahan tetapi pasti, pegunungan selatan Pulau Jawa mulai mengalami pengangkatan, jadi daerah-daerah yang dahulunya berupa lingkungan laut dangkal, sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi daratan, bahkan sebagian diantaranya berubah menjadi perbukitan. Proses pembentukan berikut pusat aktifitas gunung api pun semakin bertumbuh, beriringan dengan pengangkatan, pemiringan, erosi dan pertumbuhan terumbu dengan cara ekstensif yang mungkin bahkan tetap berjalan hingga saat ini. Rangkaian momen alam ini semakin berlanjut dalam rentang jutaan tahun lamanya, hingga mencapai bentukan sempurna Pulau Jawa sebagaimana penampakannya di saat ini, dengan gugusan gunung berapi ‘muda’ di tahap tengahnya.

Wow! Inilah Sejarah Terbentuknya P.Jawa

Bukti-bukti sejarah geologi Pulau Jawa ini terkumpul dalam bentang area yang tidak terlampau berjauhan di seputar Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Karangsambung dan Sungai luk Ulo, Kebumen di sebelah barat hingga Kawasan Karst Pegunungan Seribu di sebelah timur. Dari seputar Bayat di Klaten sebagai salah satu yang tertua, hingga Gunung Merapi yang mewakili usia ‘muda’.

Semuanya menjadi sumber ilmu pengetahuan yang tidak bakal sempat habis digali dan diolah menjadi bahan pelajaran berharga, untuk memahami beberapa fenomena alam dan tatacara beradaptasi yang wajib diperbuat oleh manusia yang menghuninya. Terlebih dalam memahami dan menyikapi beragam fenomena kebencanaan yang dalam pemahaman sebagian kalangan awam, seolah baru timbul dengan cara tiba-tiba dalam beberapa dekade terbaru di zaman ini.

Incoming search terms:

Related Posts

Leave a Reply