Review Pertama Menggunakan Xioami Mi 5

 Tekhnologi
Review Pertama Xiaomi Mi 5 Muncul, Bagus atau Buruk?

Jakarta – Xiaomi Mi 5 dirilis Februari lalu di ajang Mobile World Congress di Barcelona. Akhirnya, review mendalam mengenai handset ini dirilis oleh salah satu media teknologi terkemuka di mancanegara.

Dalam reviewnya, Vlad Savov dari The Verge cukup terkesan dengan Mi 5 meski mengutarakan beberapa catatan. “Xiaomi Mi 5 atau OnePlus X didesain untuk memikat mata, namun kurang dalam hal ketangguhan dan kepraktisan,” tulis Vlad.

Menurutnya, meski desainnya menarik, finishing handset ini tak begitu bagus. Ia juga mengkritik mudahnya debu dan sidik jari menempel di casing belakang, seperti Galaxy S7. Selain itu cukup licin sehingga mudah jatuh. Namun Mi 5 yang berukuran 5,1 inch ini nyaman dalam genggaman.

Dibekali prosesor Qualcomm Snapdragon 820, performanya dinilai memadai. “Prosesor 820 menghantarkan performa bagus, menjadikan Mi 5 mampu memainkan segala game atau memproses task dengan mudah. Yang penting adalah respons ponsel ini yang secara umum cepat serta sulit dikritik,” jelasnya.

Sayang di sisi kamera, Vlad menilai tidak sesuai harapannya. Belum bisa menandingi Galaxy S7. Ia menilai hasil foto kamera 16 megapixel di Mi 5 ketajaman dan akurasi warnanya kurang. Namun foto low light lumayan bagus, selain itu kecepatan mengambil kamera juga baik.

Vlad juga senang dengan interface MIUI yang dinilainya menarik. “Ini adalah skin Android pertama dengan gaya visual dan theme yang lebih kusenangi dari default Andoid. Bukan berarti lebih baik, namun terlihat cantik dan menyegarkan,” sebutnya.

Adapun baterainya yang berkekuatan 3.000 mAh bisa bertahan sampai dua hari. Secara keseluruhan, Mi 5 menurut Vlad adalah smartphone flagship yang menggoda, ditunjang harganya yang murah.

“Ibaratnya ini adalah Galaxy S7 versi murah. Mi 5 memang ponsel China yang ingin memukau pembeli dengan tampilan bagus dan spek tinggi. Namun yang membedakan adalah betapa bagus mereka mencapai tujuannya. Kukira OnePlus X adalah good value, namun Mi 5 meninggikan batas dengan software dan hardware lebih baik. Meski kupikir Mi 5 bisa memperbaiki lagi desain dan kualitas manufakturnya, aku tidak meragukan originalitasnya,” demikian kesimpulannya.

“Mi 5 membuat performa dan fitur premium turun ke harga lebih rendah lagi. Kehadirannya adalah kabar buruk bagi kompetitor Xiaomi namun adalah kabar baik buat konsumen. Dengan harganya itu, aku memafkan beberapa kekurangannya yang masih wajar,” pungkas Vlad.

Sekadar informasi, Xiaomi Mi 5 saat ini baru dijual di China dengan banderol mulai 1.999 yuan atau sekitar Rp 4,1 juta. Belum jelas kapan akan masuk pasar Indonesia.
(fyk/ash)

Related Posts

Leave a Reply