Review Android N Yang Setengah Matang

 Tekhnologi
Mencicipi Android N yang Setengah Matang

Jakarta – Apa rasanya saat mencicipi makanan yang masih setengah matang? Rasa penasaran dan bergairah bercampur menjadi satu, walau harus diakui, rasa masakan tersebut masih belum sempurna.

Nah, itulah kira-kira pengalaman yang didapat detikINET saat merasakan untuk pertama kali Android N. Google membuat kejutan dengan memberikan akses terhadap Android versi terbarunya ini. Padahal biasanya Android versi tergres bakal disebar ke developer di gelaran Google I/O, yang diadakan pada bulan Mei tiap tahunnya.

detikINET mencoba pembaruan ini pada perangkat Nexus 6. Tertarik untuk mencobanya? Sebaiknya baca dulu ulasan kami, karena Google tak menyarankan untuk menggunakan Android N versi awal ini di perangkat yang digunakan sehari-hari.

Ringan

Kesan pertama yang terasa setelah menggunakan Android N ini adalah ringan, lebih kencang ketimbang Marshmallow. Animasi perpindahan dari satu layar ke layar lain lebih cepat.

Padahal, Nexus 6 yang digunakan oleh detikINET tidak dalam kondisi ‘segar’, alias sebelumnya digunakan sebagai ponsel utama, dan sudah terinstal berbagai macam aplikasi, yang tidak hilang jika melakukan pembaruan melalui OTA.

Memang, dalam pengujian yang kami lakukan, beberapa kali terjadi crash dan sejenisnya. Ataupun peringatan muncul ketika membuka aplikasi tertentu, yang menyatakan kalau aplikasi tersebut tak kompatibel, contohnya Instagram.

Tak ada perubahan berarti dari segi tampilan sistem operasi secara keseluruhan. Google masih mempertahankan keberadaan app drawer yang terpisah dari layar home. Namun mengingat ini masih Android N versi pertama, bisa saja penggabungan antara home dan app drawer tersebut terjadi pada versi final.

Fitur baru: Split Screen!

Split screen bukan fitur baru di Android. Samsung memboyong fitur itu di Galaxy Note II yang dirilis dari September 2012. Kemudian fitur itu pun tersedia di beberapa perangkat lain, bahkan ponsel kelas menengah seperti seri G Stylus dari LG.

Namun baru kali ini Google memboyong fitur ini ke Android. Cara mengaktifkannya mudah, dalam menu multitasking, tekan, tahan dan geser aplikasi yang dipilih ke bagian atas. Otomatis aplikasi itu akan terbuka di setengah layar — tapi bisa diatur ukurannya. Baru setelahnya kita bisa memilih aplikasi kedua yang akan dibuka di bagian bawah layar.

Dua aplikasi yang terbuka sekaligus itu bisa digunakan secara bersamaan. Meski baru versi awal, fitur split screen ini sangat nyaman saat digunakan dan tak terasa adanya gejala melambat.

Saat ini tak banyak aplikasi yang bisa memanfaatkan fitur split screen. Saat dicoba, sejumlah aplikasi buatan Google seperti Hangout dan YouTube sudah mendukung fitur ini, meski muncul peringatan kalau mungkin aplikasi tak akan berfungsi secara sempurna. Namun ada juga aplikasi pihak ketiga yang sudah bisa dipakai di fitur ini, seperti WhatsApp dan Twitter.

Oh ya, jika fitur split screen ini sedang aktif, ada perubahan tampilan layar yang terjadi. Bar informasi di bagian atas layar akan berwarna dasar sesuai aplikasi yang sudah dibuka. Sementara ikon multitasking di kanan bawah layar juga akan berubah dari satu menjadi dua kotak yang bertumpuk.

Quick Setting

Google juga melakukan perubahan pada tampilan Quick Setting. Sekarang, tampilan pertama jika layar di-swipe dari atas akan menunjukkan ikon beberapa fitur seperti WiFi dan lainnya. Sementara pada bagian bawahnya akan diisi oleh berbagai informasi notifikasi.

Tampilan Quick Setting ‘normal’ seperti yang ada di Marshmallow akan muncul dengan menarik layar tersebut dari atas ke bawah. Menu Quick Setting ini juga bertambah banyak, menjadi dua halaman, yang bisa di-swipe dari kanan ke kiri layar.

Ada ikon menarik di Quick Setting ini, yaitu ‘Night Mode’. Mengaktifkan opsi ini akan mengubah warna putih di setiap tampilan menjadi warna krem, yang tak menyilaukan jika dipakai di tempat gelap.

Menu notifikasi pun terlihat berubah. Jika melakukan sedikit swipe ke kanan di sebuah notifikasi, akan muncul tombol roda untuk membuka menu setting. Di menu tersebut akan ada pilihan untuk memunculkan notifikasi secara diam-diam (silence).

Pengguna juga bisa membalas pesan SMS, Hangout, WhatsApp dan sejenisnya dari menu notifikasi ini dengan menekan tombol Quick Reply.

Setting

Menu Setting atau pengaturan ponsel pun mengalami perubahan. Di tiap sub menu, Google akan menunjukkan informasi tertentu sesuai dengan menu tersebut.

Misalnya Storage, menunjukkan sisa kapasitas yang tersisa. Dari tiap sub menu juga tersedia akses cepat untuk membuka sub menu lain tanpa harus kembali menu utama Setting.

Kesimpulan

Versi awal Android N ini terlihat cukup menjanjikan. Penambahan fitur split screen seperti menjawab impian para pengguna Android soal keberadaan fitur ini.

Google memang tak menyarankan Android N versi awal ini dipakai di ponsel yang digunakan sehari-hari. Namun secara garis besar, OS performanya terbilang cukup lancar, tanpa lag yang berarti.

Hanya saja yang saat ini menjadi masalah adalah soal kompabilitas dengan banyak aplikasi pihak ketiga. Banyak aplikasi yang belum kompatibel dengan Android N, bahkan aplikasi populer seperti WhatsApp, yang saat dicoba oleh detikINET tak bisa mengirimkan foto.

Wajar memang, karena OS ini sendiri baru ‘setengah matang’ alias belum selesai ‘dimasak’ oleh developer Google. Android N pun beberapa jam lalu dilepas ke user, lengkap dengan software development kit (SDK)-nya, yang menjadi senjata utama para developer untuk mengembangkan aplikasi.
(asj/ash)

Related Posts

Leave a Reply