Etika Dan Kode Saat Melakukan Touring

 Hiburan, Lain - Lain

Etika dan Kode Saat Melakukan Touring

Beritaku.us – Etika dan Kode Saat Melakukan Touring – Touring atau berkendara secara berkelompok bersama club motor atau dengan teman, pastinya akan menghasilkan sensasi yang berbeda daripada melakukan perjalanan secara individual. Casino Online Saat kita melakukan perjalanan bersama rombongan atau club motor, segala hal perlu kita persiapkan dari perlengkapan berkendara seperti alat komunikasi, persiapan fisik dan mental, dan terakhir kode atau bahasa isyarat saat melakukan perjalanan agar dapat mengefisienkan waktu dan ketertiban dalam berkendara.

Pada saat persiapan melakukan perjalanan tentunya akan dipilihnya pemimpin (Voorijder) dan yang bertugas mengawal barisan belakang dijuluki Sweeper dalam barisan motor, posisi pemimpin berada pada barisan terdepan. Pemimpin barisan mempunyai tugas dan tanggung jawab berupa mengatur lajunya perjalanan sampai di tempat tujuan, Live Casino seperti memberikan petunjuk arah dan memberikan kode – kode dalam mengisyaratkan hal – hal tertentu saat perjalanan. Isyarat tersebut nantinya akan berguna untuk menyampakan sebuah informasi untuk memberi peringatan dan hal lainnya. Pemberian kode isyarat bisa menggunakan kode tangan, kode kaki dan kode klakson.

Pemberian kode atau isyarat dalam touring (hand signals group riding) sudah banyak digunakan di indonesia, Casino Online Terpercaya bahkan sudah banyak komunitas komunitas motor yang mengimplementasikan kode touring tersebut untuk merapikan club motor ataupun komunitas motor saat berkendara dijalan raya. Beberapa kode yang sering digunakan saat berkendara, agar tertib dan tidak mengganggu pengendara lain.

  1. Hidupkan Mesin

    Kode diatas bertujuan untuk memberikan informasi atau isyarat kepada para rombongan yang ada di belakang untuk menghidupkan mesin motornya karena perjalanan akan dimulai. Posisi Masih berhenti dan kode start harus didahului dulu dengan klakson pada motor dari pemimpin yang paling belakang. Usai klakson dari yang paling belakang maka pemimpin yang paling depan memberikan acungan jempol tangan kanan /kiri agar dilihat oleh semua peserta yang artinya adalah “ready to go”.
  2. Belok Kiri

    Kode diatas bertujuan untuk memberikan isyarat kepada rombongan kalau kita akan atau sedang belok kiri maka bisa dengan cara mengayunkan tangan kiri sampai batas pundak sebelum melakukan belok kiri.
  3. Belok Kanan

    Kode diatas bertujuan untuk memberikan isyarat belok kanan  saat touring atau bersama rombongan maka bisa dengan cara mengangkat tangan kiri sampai keatas helm, dengan telapak kiri terbuka yang mengarah ke kanan. Gerakan ini dilakukan beberapa kali yang menunjuk kekanan agar rombongan bisa melihat isyarat tersebut.
  4. Bahaya disisi Kiri

    Kode diatas bertujuan untuk bahwa terdapat sesuatu disebelah kiri yang membahayakan, misalnya saja terdapat lubang atau jalan yang rusak sehingga membahayakan pengendara yang lain.
  5. Bahaya disisi Kanan

    Kode diatas bertujuan untuk bisa melepas gas motor dan situasi atau kondisi jalan aman maka isyarat memberikan tanda “bahaya disebelah kanan” bisa saja dilakukan dengan cara mengangkat tangan kanan kebawah dan menunjukan kearah kanan.
  6. Tambah Kecepatan Motor

    Kode diatas bertujuan untuk menyesuaikan dengan jalan yang dilalui, apakah aman serta memungkinkan untuk menambah kecepatan atau tidak.
  7. Kurangi Kecepatan

    Kode diatas bertujuan untuk melewati tikungan tikungan di penggunungan atau dijalan yang lurus dimana rombongan di suruh perlahan dalam mengendarai motor atau bisa juga dalam arti rombongan touring untuk selalu hati hati.
  8. Rapatkan Barisan

    Kode diatas bertujuan untuk digunakan saat ketika kecepatan mendadak yang diminta oleh pemimpin agar segera pelan dan kemudian akan berhenti dikarenakan “red traffic light” atau bahaya lainnya.
  9. Buat Dua Barisan

    Kode diatas bertujuan untuk meminta rombongan melakukan formasi barisan menjadi 2 baris dengan syarat kecepatan rendah. Kondisi jalan yang sepi dan formasi ini memang layak untuk berbaris.
  10. Buat Barisan

    Kode diatas bertujuan untuk meminta rombongan melakukan formasi barisan menjadi 1 baris.
  11. Berhenti

    Kode diatas bertujuan untuk meminta rombongan untuk memberi tanda berhenti, biasanya isyarat ini diberikan jika sudah samapi tujuan atau untuk istirahat sejenak.

Related Posts

Leave a Reply