Cerita Anak SD Yang Miris Dan Bikin Sedih

 Lain - Lain

Beritaku.us.Com – Semua yang saya tulis dalam thread ini benar-benar kejadian nyata yang saya alami saat libur sekolah kemarin di sekitar desa rumah saya Beritaku.us.Com  ingin membagikan ini di lonje karena Beritaku.us.Com ingin trit ini dibaca oleh semua kaskuser sekalian, dan alasan Beritaku.us.Com baru posting hari ini walaupun sudah beberapa minggu berlalu adalah karena Beritaku.us.Com lupa akan rencana Beritaku.us.Com buat bikin ini trit. Kebetulan juga tadi pagi saya ketemu sama itu anak lagi dan saya baru ingat kembali akan rencana saya bikin ini trit. Maaf sebelumnya

7925214_20160113075530

Jadi gini gan ceritanya, Beberapa minggu yang lalu sewaktu saya lagi di perempatan jalan sambil nungguin lampu merah nih. Kebetulan ane liat seorang anak SD lagi jualan koran walaupun dari segi penampilan kelihatannya dia bukan dari keluarga yg kurang mampu (maaf). Kalo TS prediksi, mungkin ini anak masih seusia anak SD kelas 2 atau 3. Dalam hati ane salut karena ini anak. “Mungkin buat cari tambahan uang saku di hari libur kali ya” hati saya berkata seperti itu. Tapi bukankah hal semacam ini tidak diperbolehkan mengingat “Anak dibawah usia 17 tahun dilarang untuk bekerja“. Tapi saya gak peduliin itu dan tetap dengan rasa salut buat itu anak. Saya coba mendekat ke si anak penjual koran itu dengan dalih mau membeli koran sekaligus mau bertanya tentang keadaannya.

PERCAKAPAN

Selama di kantor, saya terus berfikir. Mengingat bahwa pada zaman kecil dulu yang namanya cita-cita pasti kalo ga Polisi, Guru, Tentara, Dokter (yang ini sampe ada lagunya si Susan), tapi mengapa sampai itu anak bermimpikan ingin menjadi seorang Pejabat yang Korupsi?

Dan yang jadi pertanyaan saya adalah satu, mengapa pemerintah sering mengadakan seminar mengenai revolusi mental ke pemuda-pemudanya?
Sedangkan dalam istilah “Ing Ngarso Sung Tulodho”, yang di depan tidak menjadi contoh yang baik dengan bersifat tidak adil.

perlu saya tekankan, bahwa inti cerita yg saya di tulis diatas adalah kisah nyata TS. namun dengan catatan bahwa setiap dialog yg saya ketikkan diatas entah itu dari dialog TS ataupun si anak SD tersebut tidaklah sama pasti mengingat kejadian itu sudah terjadi beberapa minggu yang lalu, sehingga TS menulisnya mungkin tidak seperti bahasa seorang anak SD. Namun perlu saya tekankan lagi bahwa kisah ini Benar-Benar nyata. dengan hikmah bahwa jangan pernah melupakan petuah dari Ki Hajar Dewantara bahwa ING NGARSA SUNG TULADHAjadilah contoh yang baik terlebih dahulu sebelum kamu ingin meluruskan generasi penerus bangsa ini dengan. Karena tidak akan ada seorangpun yang mau diberi cara Diet oleh orang yang badannya masih Gemuk

Related Posts

Leave a Reply