Belanja Di Tanah Abang Lebih Mudang Lewat Internet

 Tekhnologi
Belanja di Tanah Abang Kini Bisa Lewat Internet

Jakarta – Belanja di Pasar Tanah Abang kini tak perlu repot-repot lagi datang jauh-jauh dan kena macet. Cukup buka saja internet. Tinggal klik, bayar, beres deh!

Kemudahan itu kini bisa dirasakan sejak Pasar Tanah Abang hadir sebagai market place e-commerce, tanahbangmarket.co.id.

Upaya menghadirkan transaksi jual beli Pasar Tanah Abang ini di ranah online ini merupakan inisiatif dari PT Sejahtera Bersama Rakyat. Langkah ini pun ikut didukung oleh Menkominfo Rudiantara.

“Saya sangat mendukung digitalisasi pasar-pasar tradisonal untuk menyosong era internet. Karena cepat atau lambat, tidak bisa dihindari retail maupun grosir semua akan menuju ke online,” katanya saat mengiringi pembukaan tanahbangmarket, di Jakarta, Kamis (1/6/2016).

Menurutnya, dengan adanya e-commerce akan membuat biaya logistik menjadi lebih efisien. Sebelumnya, kata dia, dari gudang harus masuk ke toko dulu, baru kemudian ke konsumen.

Nah, sekarang melalui e-commerce, dari gudang langsung bisa ke konsumen, ini lebih efisien dan menghemat dalam logistik,” papar menteri yang akrab disapa Chief RA ini.

Pasar Tanah Abang memang menjadi magnet tersendiri bagi pemain e-commerce untuk showroom keberhasilan mereka membawa pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Goes Digital.

Diinisiasi oleh Telkom dengan menggandeng platform Grosir Bersama, disusul oleh Indosat menggandeng Tanah Abang Community (TACOM) dan Facebook, meluncurkan program Tanah Abang Goes Online.

Kali ini giliran PT Sejahtera Bersama Rakyat membuat marketplace tanahbangmarket.co.id untuk membawa pedagang di pasar yang sudah ada sejak 1735 itu Goes Digital.

“Merchant yang ada di marketplace ini berisi semua pedagang yang memiliki kios di Tanah Abang. Jadi, selain punya kios, bisa jualan online di marketplace ini,” kata CEO Sejahtera Bersama Rakyat Burhanudin Hulaimi.

Diungkapkannya, saat ini sudah ada 250 pedagang di platform marketplace-nya. Hingga akhir 2016, ditargetkan ada 1.000-1.500 ribu pedagang nantinya goes digital.

Menurutnya, platform marketplace ini tak akan membuat pengunjung berkurang ke Tanah Abang, tetapi justru menggerakkan suatu ekosistem dalam perdagangan online.

“Platform ini merupakan salah satu model sharing economy yang dapat menguntungkan dan memberdayakan semua pihak baik penjual, pembeli, dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Pasar Tanah Abang sendiri memiliki 30 ribu pedagang tradisional dengan omzet diatas Rp 200 miliar per hari. Sejauh ini baru Telkom dan Grosir Bersama yang berhasil membawa seribuan pedagang di pasar ini goes digital.
(rou/yud)

Incoming search terms:

Related Posts

Leave a Reply