Belajar Kehidupan Dari Ikan Salmon

 Lain - Lain

Beritaku.us.Com – Para penggemar kuliner Jepang pasti sudah tidak asing lagi dengan ikan yang satu ini. Salmon biasanya disajikan dalam bentuk sashimi atau ikan mentah yang diiris kecil-kecil. Salmon juga biasanya dijadikan salah satu alternatif untuk isi sushi. Ikan ini juga bisa digoreng dan dihidangkan sebagai steak.

Cita rasa salmon yang kaya dan gizinya yang tinggi membuatnya diburu oleh banyak penggemar kuliner. Namun harganya yang cukup mahal di pasaran, membuat salmon cenderung lebih sering dinikmati oleh kalangan menengah ke atas.

Namun tahukah kalian, dibalik popularitasnya sebagai kuliner top, ikan salmon memiliki kehidupan yang luar biasa?

 

1. LAHIR KE DUNIA

Siklus hidup ikan salmon bermula di perairan tawar, tepatnya di daerah hulu sungai. Di sini lah telur-telur ikan salmon menetas. Bahkan sebelum lahir, ikan Salmon sudah dipaksa merasakan kerasnya kehidupan. Pasalnya, dari total jumlah telur yang dibuahi, hanya sekitar setengahnya yang berhasil menetas. Sementara yang lain harus berpulang kepada sang pencipta sebelum melihat sinar matahari pertama mereka.

Ikan salmon yang berhasil menetas ini dinamakan “alevin” yang hidup di antara tumpukan kerikil di dasar sungai dengan memakan plankton. Setelah persediaan makanan habis, alevin akan keluar dari kerikil dasar sungai. Pada tahap ini, ikan salmon dinamakan “Fry”. Fry kemudian tumbuh dan berkembang menjadi “smolt” yang kemudian bergerak ke muara sungai menuju ke lautan lepas.

 

2. HIDUP DI LAUT

Tahun pertama adalah fase terberat dalam kehidupan salmon. Tanpa kehadiran orang tua, salmon-salmon cilik ini langsung berenang menuju hilir sungai untuk memulai hidup yang sesungguhnya di lautan lepas. Tubuh salmon yang masih relatif kecil menjadikannya sasaran empuk bagi berbagai predator, seperti singa laut, beruang, burung, hingga manusia.

Salmon-salmon yang berhasil sampai ke laut akan tumbuh besar di sana, biasanya selama empat sampai tujuh tahun. Mereka biasanya hidup dalam koloni, dan setelah cukup dewasa, salmon-salmon ini siap untuk bertelur dan berkembang biak..

 

3. KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN

Inilah yang membedakan salmon dari ikan-ikan lainnya. Ikan salmon yang telah dewasa akan membentuk koloni dengan salmon lainnya untuk kembali ke kampung halaman mereka di hulu sungai. Ya, itu berarti mereka harus melawan arus! Banyak rintangan yang menghadang perjalanan mereka, batu karang, melompat mendaki air terjun, dan predator-predator yang telah menanti, seperti beruang.

Satu hal lagi, selama melakukan perjalanan pulang, ikan salmon tidak makan apa apa alias berpuasa. Cadangan lemak yang ada di tubuhnya merupakan sumber makanan hingga sampai ke perairan tawar. Pemakaian cadangan lemak tubuh ini akan menyebabkan perubahan fisik pada ikan salmon. Pada tahap ini, banyak ikan salmon yang mati karena luka, keletihan ataupun pemangsa, hingga akhirnya hanya sedikit yang berhasil sampai ke hulu sungai.

Dari sumber yang ada, belum ada yang bisa memastikan bagaimana cara ikan salmon dapat menemukan kembali jalan pulang ke sungai tempat mereka ditetaskan setelah berenang di lautan bertahun tahun lamanya dan beribu ribu kilo jauhnya. Teori yang paling banyak di anut adalah ikan salmon menyimpan secara otomatis aroma dimana tempat dia ditetaskan, dan inilah yang nantinya akan menuntun perjalanan pulang kembali ke tempat asal.

 

4. BERTELUR DAN MATI

Sesampainya di hulu sungai, dalam keadaan lelah ikan salmon akan menggali tanah di dasar sungai membuat lubang sedalam 25-30cm untuk sarang dengan menggunakan ekornya. Di lubang itulah ikan salmon betina mengeluarkan telur 3.000-8.000 butir dan kemudian dibuahi oleh sperma ikan salmon jantan. Selesai melakukan pembuahan, ikan salmon jantan dan betina menutup kembali sarang tersebut dengan kerikil.

Kedua ikan salmon akan tinggal beberapa hari disekitar sarang tersebut hingga akhirnya mati kehabisan energi. Sebagian bangkai ikan salmon akan dimakan oleh binantang yang hidup di dasar sungai, dan sebagian lagi akan membusuk dengan bantuan bakteri hingga menjadi pupuk alami. Pupuk alam tersebut akan dimakan oleh plankton dan serangga kecil di dasar sungai. Pada akhirnya, plankton dan serangga kecil ini akan menjadi makanan pokok bagi ikan salmon yang baru menetas satu bulan kemudian. Di mulailah siklus ikan salmon generasi berikutnya.

 

Demikian lah sekilas tentang kehidupan ikan salmon. Bahkan makhluk hidup yang biasa kita temui sebagai santapan ini, dan mungkin cenderung kita remehkan, ternyata menjalani kehidupannya dengan sungguh-sungguh dan penuh perjuangan. 

Saatnya bercermin pada diri kita sendiri : Sudahkah kita menjalani hidup dengan penuh perjuangan?

Incoming search terms:

Related Posts

Leave a Reply